Setelah pernah membahas masalah jamu kunir asam di postingan yang lalu … ada baiknya kita ulas kembali jamu kunir asam ini. Jamu Kunir asam diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam. continue reading »
Tak diragukan lagi soal kekayaan alam Indonesia dalam menyimpan tradisi pengobatan dari tumbuh-tumbuhan. Produk herbal dari tumbuh-tumbuhan ini, di Indonesia lebih dikenal dengan istilah ‘Jamu’. Sayang, produk ini masih dianggap nomor dua untuk ukuran kalangan kedokteran. Padahal, di Jerman yang tak memiliki keanekaragaman hayati seperti kita- pengobatan jamu telah masuk ke dalam kurikulum fakultas kedokteran. Dan Di Indonesia sebenarnya sudah terbukti…
Peter Proksch dari Institute of Pharmaceutical Biology Heinrich Heine University memaparkan – pasar produk obat-obatan herbal (jamu) di Jerman mencapai sekitar 800 juta dolar Amerika atau sekitar 7 triliun lebih dengan kurs 9.000. Ini tertinggi untuk ukuran Eropa. Total penjualan obat-obatan herbal di Jerman sudah sekitar 30%, sedang 70% untuk obat modern. Demikian penjelasan selama di Jakarta beberapa waktu lalu.
Tentu saja, fenomena ini tidak terlepas dari bangkitnya industri obat di Jerman maupun kalangan medis yang mulai mengembangkan pengobatan jenis ini sejak satu dekade silam. Yang tak kalah serunya, pengobatan dengan tumbuh-tumbuhan ini sudah delapan tahun masuk dalam kurikulum fakultas kedokteran di Jerman. Jadi, tak heran, bila di Jerman saat ini 44% produk herbalnya sudah diresepkan oleh dokter. Sedang sisanya digunakan untuk pengobatan sendiri.
Bila dengan dibandingkan dengan Jerman, kita tertinggal sekitar 8 tahun dalam pengembangan pengobatan tumbuh-tumbuhan (herbal) atau jamu ini.
Sedang menurut drg. Deden Soetrisna, Group Product OTC PT Indofarma, di Indonesia masih ada hambatan dalam mengkonsumsi produk herbal ini. Karena selama ini orang menganggap produk herbal sebagai jamu. Sedang jamu biasanya di pasarkan di masyarakat bawah. Sehingga ketika mulai masuk ke kelompok tinggi, ada hambatan. Karena jamu itu dianggap produk “murah”. Jadi, persepsi masyarakat yang keliru memegang andil yang cukup besar untuk tak memajukan produk ‘jamu’ ini. Banyak masyarakat kita yang tidak tahu bahwa jamu itu telah di produksi secara modern. Mereka masih menganggap jamu dengan kualitas rendah. continue reading »
Beragam tumbuh-tumbuhan, akar-akaran, dan bahan alami terdapat di berbagai daerah di Tanah Air. Tak heran apabila nenek moyang terkenal pandai meracik jamu dan obat-obatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Kini warisan nenek moyang sejak ratusan tahun lampau ini masih dijaga. Jamu mulai dijajakan penjual jamu gendongan. Karena sifatnya yang alami jamu dipercaya membantu penyembuhan aneka penyakit tanpa efek samping seperti obat kimia. Jamu juga mampu menjaga kebugaran tubuh.
Di Tanah Air, bisnis jamu maju dari hari ke hari. Tidak hanya dijual dengan gendongan, jamu mulai dijual di kios atau tenda-tenda. Kios serta kafe jamu tumbuh seperti jamur. Omzet bisnis jamu nasional tahun ini ditaksir mencapai Rp 8 triliun.
Kini jamu tradisional sedang “sakit” karena kalah bersaing oleh jamu palsu. Dari omzet Rp 8 triliun per tahun, separuhnya dikuasai justru oleh jamu palsu alias jamu kimia. Dari hasil investigasi tim Sigi, produksi jamu palsu seperti tak pernah mati. continue reading »
Tak terasa dalam menjalani kehidupan ini lebih condong ke masalah materi, apabila sudah terpenuhi baru mengurusi hal lain. Apalagi Wajah, tapi bagi kaum wanita penampilan adalah nomor satu. Agar wajah tidak kusut kita bisa meramu jamu yang modalnya sangat minim sekali.
Bahan :
- ½ gelas beras (rendam semalaman)
- ½ ruas kunyit
- ½ ruas bangle
- Air mawar
Cara Membuat :
Tiriskan rendaman beras lalu haluskan bersama kunyit dan bangle, campur dengan air mawar hingga mengental. Usapkan ke wajah setiap malam sebelum tidur seperti menggunakan masker, diamkan selama 15 s.d 30 menit. Basuh dengan air hangat kuku. Lakukan rutin niscaya akan mendapatkan wajah yang kencang, segar dan awet muda.
3. Menghilangkan Bekas Luka
Bahan :
- 50 gr beras (rendam selama 15 menit)
- 1 ruas Kencur
Cara Membuat :
Tiriskan beras dan tumbuk halus bersama kencur. Usapkan pada bekas luka dan lakukan rutin selama 2 minggu. Niscaya bekas luka akan hilang tanpa bekas.
Untuk kebahagiaan keluarga agar tetap harmonis dan semakin mesra, perlu memerhatikan masalah Seksual. Slah satunya adalah meraptkan vagina, dimana biasanya setelah melahirkan vagina menjadi semakin lebar (tidak rapat) sehingga mengurangi kenikmatan dalam bercinta. Adapun Jamu merapatkan Vagina sebagai berikut :
Bahan :
- 15 lembar daun sirih
- buah gambir
- Kulit pinang muda secukupnya
- Kapur sirih secukupnya
Cara Membuat:
Serpihkan kulit pinang dengan cara dicabuti, tumbuk gambir hingga halus dan ayak kapur sirih hingga merata. Semua bahan dicampur jadi satu dalam air mendidih. Diamkan beberapa jam hingga dingin dan mengendap.
Gunakan untuk membasuh area ‘V’ pada pagi, siang dan malam hari untuk mendapatkan kualitas vagina yang selalu dalam keadaan rapat bak perawan keraton setiap saat.
Jika resep tersebut diatas terlalu ribet, berikut ada racikan sederhananya :
Ambil satu biji buah pinang, kupas dan hancurkan. masukkan dalam gelas dan tuang dengan air panas setengah gelas. Tunggu sampai air hangat lalu diminum. Bisa ditambah gula jawa atau gula putih untuk mengurangi rasa sepet-nya. Diminum 1 jam sebelum bersenggama. Konon khasiatnya bisa menambah kemesraan dan tentunya kelanggengan serta keharmonisan pasangan suami istri.
Pada usia 3 tahun ke bawah banyak diantara mereka yang sulit sekali makan, nah bagaimana caranya agar bisa meningkatkan nafsu makan mereka ? Ramuannya sangat sederhana yaitu : Temu Ireng + madu. Caranya sebagai berikut : Temu Ireng diparut, lalu hasil parut tadi diberi sedikit air, saring sampai keluar airnya (kira-kira 1 sendok kecil). Setelah itu campur dengan sedikit madu lalu minumkan ke anak.
Bau Temu ireng sangat menyengat, mungkin agak memaksa meminumkannya tapi hasilnya sangat memuaskan (sudah terbukti), dijamin. Ingat meminumkannya hanya 1 kali 1 hari. 3 hari berikutnya lihat perkembangannya.
Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan[rujukan?], diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual ada delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom.
Hampir semua penjual jamu menyediakan seluruh jenis jamu ini meskipun jumlah yang dibawa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Masing-masing jenis jamu disajikan untuk diminum tunggal atau dicampur satu jenis jamu dengan jenis yang lain[rujukan?]. Beberapa di antara responden, selain menyediakan jamu gendong juga menyediakan jamu serbuk atau pil hasil produksi industri jamu.
Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur jeruk nipis, madu, kuning telor, dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa.
Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan
Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari.
Jamu beras kencur
Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.
Bahan baku
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol. continue reading »
Jamu merupakan sebutan untuk obat tradisional yang diramu dari Indonesia. Belakangan masyarakat populer dengan sebutan herba atau herbal.
Jamu terbuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.
Jamu rasanya pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya. Lho kenapa nggak pakai gula ? karena Madu lebih bermanfaat bagi kesehatan sehingga sangat mendukung jamu dalam penyembuhan
Jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago, dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu (baru ditambah air dingin kalau mau hangat) sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.
Sayang belakangan ini jamu mulai ditinggalkan, dikarenakan ada saja yang meniru (memalsu) atau bahkan membuat merk sendiri tapi isi bukan dari bahan alami. Di Media – media juga ditayangkan bagaimana merak para pemalsu ini membuat jamu. Disamping isi juga jamu yang kadaluarsa (expired) juga diganti bungkusnya. Padahal Jamu sangat bermanfaat bagi manusia dan khasiatnya sudah terbukti. MAri kita bersama menjaga kelestarian Jamu agar tetap ada dan tetap isi dan fungsinya.