Selama ini kita percaya risikokeropos tulang (osteoporosis) pada pria lebih besar daripada wanita, karena wanita memiliki lebih banyak hormon estrogen yang secara alami berfungsi melindungi kesehatan dan kekuatan tulang. Namun setelah menopause, wanita ternyata memiliki risiko sama besar dengi dalam hal menderita keropos tulang. Untuk itu, menabung kalsium dan nutrisi pendukung penguat perlu segera kita lakukan.
Bila asupan kalsium terbatas, tubuh akan mengambil kebutuhan kalsium dari tulang. Lama lama tulang kehilangan banyak simpanan kalsiumnya dan menjadi rapuh. Selain asupan kalsium yang tei rendahnya konsentrasi kalsium dalam darah bisa pula disebabkan rendahnya asupan vitamin C dan vitamin D. Kedua vitamin tersebut membantu penyerapan kalsium. Karena itu, mencukupi kebutuhan kalsium dibarengi dengan mencukupi asupan vitamin C dan vitamin D.
Nutrisi pendamping lain yang diperlukan untuk membangun tulang di antaranya vitamin magnesium, serta beberapa mineral mikro antara lain boron, seng, dan mangan. Melonjaknya homosistein darah sering dihubungkan dengan tingginya risiko keropos tulang. Namun secara homosistein akan terkontrol jika kita cukup mendapatkan asupan vitamin B-kompleks, khususnya M B6, vitamin B12, dan asam folat. Dengan kata lain, kecukupan vitamin B-kompleks ikut menjamin kesehatan tulang. continue reading »
Memakai Ramuan Herbal untuk asam urat bisa membuat kita lebih aman dan lebih terjamin. Terus kalau dibuat minuman ?
Meningkatnya kadar asam urat dalam darah merangsang terjadinya endapan kristal di persendian, sehingga menimbulkan radang dan nyeri sendi. Rasa ngilu sering terjadi di ibu jari kaki. Penyakit akibat gangguan metabolisme ini banyak terjadi pada pria kegemukan berusia lebih dari 40 tahun. Meskipun tidak jarang wanita pascamenopause pun mengalaminya.
Batasi makanan berlemak. Asparagus serta sayuran daun hijau, sayuran polong, dan kacang-kacangan kaya purin (akan diubah menjadi asam urat). Sebaiknya batasi sayuran tersebut dan kombinasikan dengan sayuran warna lain (putih, kuning, jingga, merah, ungu), untuk meminimalkan efeknya. Contoh sayuran polong: kacang panjang, buncis, kapri, kecipir. Kacang-kacangan: kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, kedelai.
Stop makanan berlimpah purin! Yakni jeroan (hati, ampela, ginjal, usus, babat, paru, otak), kaldu instan, bebek, ikan sardin dan makarel, remis, kerang. Perbanyak asupan cairan (minuman, kuah sayur, jus buah/sayuran, sayuran mentah kaya airseperti mentimun, wortel, kol), untuk melarutkan asam urat dan mencegah kristal sendi. Asupan cairan tidak kurang dari 2 n 2 liter per hari.
Cukup mengkonsumsi makanan sumber vitamin C dan enzim bromelin dapat mengatasi lonjakan kadar asam urat dan mencegah nyeri sendi. Perbanyak mengkonsumsi stroberi dan buah ceri segar, karena kaya zat antigout. Meningkatkan asupan karbohidrat kompleks ampuh menyusutkan kadar asam urat, seperti beras merah, bekatul, havermut/oof, jagung, buah yang dimakan bersama kulitnya n sebaiknya pilih yang organik, seperti jambu biji, belimbing, anggur, apel.
Buah dan sayuran mentah yang disarankan untuk terapi jus : Stroberi, alpukat, jambu biji merah, anggur, pepaya, mangga, nanas, jeruk keprok/manis/orange, jeruk lemon/ nipis, markisa, belimbing, sirsak, kiwi, bengkoang, seledri/peterseli, kol, kembang kol, paprika, cabai merah, labu kuning, mentimun, sawi putih, tomat, daun bawang, kucai, lokio, kenari, almon, walnut, brazil nut, wijen. Jus bisa dicampur kunyit, untuk meredakan radang dan nyeri. Menambahkan serai, daun jeruk, atau jahe ke dalam jus dapat membuat rileks dan meringankan rasa nyeri.
Berikut Jus yang bisa dibuat untuk meredakan gangguan asam urat :
Setelah beberapa saat lalu memberi tahu ramuan herbal terhadap penderita kolesterol kali ini Jus. minuman yang disarankan. langkah penting untuk mengendalikan lonjakan kadar lemak darah, baik kolesterol maupun trigliserid, adalah menyantap lebih banyak makanan nabati dan membatasi makanan hewani, kecuali ikan segar. Tinggalkan lemak trans, seperti margarin dan minyak goreng lebih dari dua kali pakai. Batasi lemak jenuh, terutama rnentega, kulit ayam, gajih, daging berlemak. Makanan olahan (awetan, kalengan, instan) umumnya kaya lemak jenuh maupun lemak trans. Hindari makanan berlimpah kolesterol seperti otak dan jeroan, batasi kuning telur.
Selain itu, sukses pengendalian kadar kolesterol/trigliserid darah juga bergantung pada asupan nutrisi bersifat mengobati kelebihan lemak darah. Di antaranya asam lemak tak jenuh tunggal omega-3, vitamin C, vitamin E, betakaroten, likopen, vitamin B5 (asam pantotenat), kromium, dan tembaga. Beberapa makanan tertentu juga terbukti dapat membantu meredam lonjakan kadar kolesterol/trigliserid darah, antara lain bawang putih, cabai merah, cabai besar hijau, cabai rawit merah, wortel.
Senyawa isoflavon dalam kedelai dan senyawa flavonoid yang banyak tersimpan dalam jeruk dan anggurjuga bersifat menurunkan kadar kolesterol/trigliserid darah berlebihan. Demikian pula buah-buahan kaya serat larut, seperti pepaya dan apel. Banyak menyantap sayuran mentah menyumbang asupan serat tak larut, yang juga berguna untuk membuang kelebihan kolesterol/trigliserid dalam darah. continue reading »
Setelah membahas tentang penyakit yang akan datang bila tidak mau berolahraga (malas bergerak) salah satunya adalah Hipertensi / DArah Tinggi, sekarang ada terapi Jus yang cukup efektif untuk mengendalikan tekanan darah tinggi / Hipertensi.
Hindari atau batasi (tergantung tingkat keparahan hipertensi) lemak trans dan lemak jenuh. Lemak trans dan lemak jenuh banyak terdapat dalam makanan gorengan, margarin / mentega dan makanan yang diolah menggunakan kedua bahan tersebut, susu berlemak (whole milk), dan hasil olahannya (turunan) termasuk keju, serta dagin sapi / ayam berlemak, kulit ayam, otak, jeroan.
Jus kaya serat, vitamin c, kalium, kalsium, kromium dan asam lemak esensial khususnya omega-3 terbukti efektif meredakan tekanan darah tinggi. Jika seluruh bahan jus diproses menggunakan juice extractor, sehingga kamu hanya mendapatkan sarinya, kamu juga bisa mencampurkan 1 sendok makan ampasnya dalam segelas jus, aduk rata, dengan cara ini, selain mengandung zat-zat gizi anthipertensi, jus menjadi lebih kaya serat. continue reading »
Diabetes ada 2 tipe yakni tipe 1 (D1) dan Tipe 2 (D2). D1 diakibatkan tubuh tidak dapat atau sedikit sekali memproduksi insulin, pengidap D1 umumnya anak-anak dan remaja, sering memerlukan suntikan insulin. Belum diketahui penyebabnya, menurut para ahli menduga faktor genetik.
D2 merupakan jenis diabetes yang paling umum diderita masyarakat, terutama yang kurang aktivitas, kelebihan berat badan, berusia lebih dari 40 tahun, pola makan tidak sehat (terutama berlebihan menkonsumsi pati, produk hewani dan lemak tapi kurang diimbangi dengan konsumsi buah dan sayuran segar). Penderita D2 tubuhnya mmproduksi insulin, tapi tidak mamou mengimbangi asupan gula dari makanan yang harus diangkut dan disimpan dalam hati. Akibatnya gula berlimpah dalam gula darah.
Terapi nutrisi yang disarankan adalah memperbaiki fungsi pankreas sebagai penghasil insulin. Selain itu perbanyak makanan berserat dan kaya karbohidrat kompleks, untuk meminimalkan pembentukan gula darah. Hindari makan banyak sekaligus. MAkanlah sedikit-sedikit, tapi sering. Contoh makanan kaya serat dan sumber karbohidrat kompleks diantaranya sayuran terutama sayuran hijau daun dan sayurannpolong, aneka buah buahan segar khususnya dimakan bersama kulitnya, beras merah, kacang merah, kacang tolo, kacang hijau.
Siapkan jus dari buah-buahan yang berlimpah vitamin B6, magnesium, kromium dan seng, karena pengidap diabetes umumnya mengalami defisiensi keempat gizi tersebut. Zat-zat gizi tersebut merupakan tonik penggiat fungsi pankreas dan pereda radang pankreas. Jus Buah yang terlalu manis sebaiknya diencerkan dengan mencampurkan air masak dan diminum seteguk demi seteguk, bukan sekaligus habis dalam sekali teguk.
Buah dan sayuran mentah yang disarankan untuk terapi jus : Apel, nanas, jambu biji, belimbing, jambu air, storwberi, kiwi, pisang, buah naga, plum, buah aprikot kering, jagung muda, alpukat, brokoli, kol, kembang kol, bokcoi, sawi hijau, paprika, buncis, kacang panjang, kapri, kecipir, wortel, pare, lidah buaya, wijen, kenari, almon, walnut, brazil nut, biji labu kuning kupas, biji bunga matahari kupas, biji semangka kupas.
Jus Shanghai :
untuk 1 porsi : 200 ml jus apel hijau manalagi/ Granny Smith, dari 500 g apel 75 g kiwi, kupas 5 lembar daun mint. MAsukkan jus apel kiwi dan daun mint kedalam mangkuk blender. Proses hingga lembut
Setelah posting Manfaat Sayur beberapa hari yang lalu, ternyata masih banyak sayur yang belum disebutkan berikut deh tambahannya :
KACANG PANJANG : Betakaroten, klorofil, vitamin B1 dan B2, vitamin C, fosfor, kalium, serat dan pektin, protease inhibitor. Mengendalikan kadar gula darah, mengatasi hipertensi, memperkecil risiko stroke dan serangan jantung, meningkatkan fungsi organ pencernaan, menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker, mengatasi sembelit.
KANGKUNG : Seratdan pektin, betakaroten, kalsium, fosfor, zatbesi, vitamin B1, vitamin C, sitosterol, hentriakontan. Menghambat penuaan dan meremajakan sel, memperlancar pembuangan racun dari dalam tubuh, mengatasi gangguan ginjal dan radang saluran kencing, mengobati sembelit. Jika terlalu banyak digunakan sebagai bahan jus, jus akan kental berlendir.
KAPRI : kapri biasa, kapri manis / kapri gendut : Betakaroten, klorofil, vitamin B1 dan B2, vitamin C, fosfor, kalium, serat dan pektin, protease inhibitor. Mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol maupun trigliserida darah, mengatasi hipertensi, meningkatkan fungsi organ pencernaan, meredakan sembelit dan gangguan wasir, menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker.
KEMANGI : Betakaroten, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, boron, anetol, 1-8 sineol, apigenin fenkhona, eugenol, stigmasterol, asam amino arginin dan triptofan. Membuat rileks dan memulihkan stamina, menggenjotvitalitas seksual, meredakan demam dan sakit kepala, mengatasi hipertensi, meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal flu, mengaktifkan sistem pencernaan, menggiatkan peremajaan sel, menunda menopause.
KEMBANG KOL : Vitamin C, asam folat, vitamin B6, sulforafan, indol. Meningkatkan pembuangan racun ke luar tubuh, menurunkan risiko stroke dan serangan jantung dengan cara mengendalikan kadar homosistein darah, mengurangi risiko kanker, mengontrol kadar gula darah.
ASPARAGUS : Asparagin, glutation, asam folat, vita¬min E. Peluruh air seni, mengatasi pembengkakan dan nyeri sendi seperti pada gangguan asam urat (gout) dan artritis rematoid, mengobati nyeri menstruasi, meredakan gangguan ginjal dan hati, menurunkan risiko kankerdan penyakit jantung.
BAYAM : Bayam hijau, BAyam Merah : Serat, betakaroten, lutein, klorofil, asam folat, kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, kalium, mangan, vitamin C, vitamin K. Memacu peremajaan sel dan menghambat penuaan, mengatasi anemia, mengontrol kadargula darah, mengurangi risiko kanker, menggiatkan fungsi pencernaan, memperbaiki kekebalan tubuh, menjaga kesehatan tulang, membantu penyediaan energi siap pakai.
BIT : Vitamin C, asam folat, zat besi, kalium, betakaroten, betasianin, kumarin. Membantu pengobatan kanker dan mencegah mutasi sel calon kanker, menjaga kesehatan jaringan sel, mamacu pembentukan sel darah merah dan mengatasi anemia, meredakan radang hati dan empedu, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.
BOKCOI / PAKCOI : Betakaroten, klorofil, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, rorifamida, sulforafan, isotiosianat, indol. Menurunkan risiko kanker, menghambat penuaan dan memacu peremajaan sel, mencegah sembelit, menggiatkan fungsi organ pencernaan, mengurangi risiko keropos tulang.
BROKOLI : Betakaroten, klorofil, vitamin C, kalsium, kalium, zat besi, mangan, selenium, sulforafan, isotiosianat, indol. Menggiatkan peremajaan sel, memperkecil risiko kanker dan membantu mengatasi kanker, mengobati anemia, meredakan radang, meningkatkan kekebalan tubuh.
BUNCIS : Betakaroten, kalsium, fosfor, vitamin C, vitamin B1 dan B2, flavonoid, enzim tripsin inhibitor. Mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol maupun trigiliserida darah, mengontrol tekanan darah, menggiatkan fungsi organ pencernaan, antikanker.
DAUN MINT : Betakaroten, vitamin C, kalsium, fosfor, kalium, zatbesi, minyakasiri mentol. Meningkatkan stamina, meredakan stres dan menenangkan, mengontrol tekanan darah, melembutkan kulit.
DAUN PEPAYA : Betakaroten, klorofil, vitamin C, kalsium, fosfor, enzim papain. Memacu peremajaan sel dan menghambat penuaan, meningkatkan fungsi hati, mengurangi risiko kanker, menambah nafsu makan, melancarkan haid, meningkatkan kekebalan tubuh. Hindari menggunakan daun pepaya dalam jus secara berlebihan atau terus-menerus, agar tidak mengganggu fungsi buah pelir memproduksi sperma.
Setelah beberapa saat lalu jamumanjur.com menyarankan untuk membuat JUS, berikut ini adalah manfaat dan apa yang terkandung dalam buah-buah yang kita jus :
ALPUKAT : Lemak sehat oleat (omega-9), vitamin E, zat besi, tembaga, kalium, serat, asam folat, dan vitamin B6. Membantu pembentukan sel darah merah, melembutkan dan mengencangkan kulit melalui pembentukan kolagen, mencegah anemia, membentuk reaksi basa dalam tubuh sehingga kekebalan tubuh meningkat, mengendalikan kadar ekolesterol jahat LDL dan menaikkan kadar ekolesterol baik HDL, membantu meringankan luka lambung dan radang usus besar, merupakan pencahar ringan.
ANGGUR : Gula alami levulosa, magnesium, fruktosa, zat besi, dan aneka antioksidan (antara lain glutation). Meningkatkan fungsi ginjal dan pencernaan, memacu proses pembuangan racun dalam hati, memperbaiki kekebalan tubuh, membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia, penyedia energi seketika, pencahar alami (terutama kulit buah dan bijinya), memacu peremajaan sel dan menghambat penuaan (khususnya anggur warma gelap, seperti ungu, biru, atau hitam).
APEL : Serat dan pektin, vitamin C, kuersetin. Pembersih racun dalam usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah flu dan penyakit infeksi lain, menjaga kesehatan mata, mengendalikan tekanan darah dan kadargula darah, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung, menurunkan risiko kanker, menggiatkan sistem limfatik serta fungsi ginjal dan saluran kencing. jus apel berserat (diblender) baik untuk mengatasi gangguan pencernaan, baikdiare maupun sembelit.
ASEM JAWA; Kalsium, fosfor, asam sitrat, asam tartarat, asam malat, asam pipekolat. Meningkatkan nafsu makan, membantu fungsi empedu dan organ pencernaan lainnya, mengontrol kadar kolesterol dan trigliserida darah, menggelontor kelebihan lendir (dahak, ingus,dll), pencahar ringan untuk mengatasi sembelit, serta meredakan sariawan.
BELIMBING : Serat dan pektin, vitamin C, kalium, betakaroten. Menurunkan risiko kanker, mengatasi tekanan darah tinggi, membantu menyusutkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung, melancarkan buang air besar dan mengobati sembelit, mengatasi lendir berlebihan, memperbaiki kekebalan tubuh, dan mengatasi flu
DELIMA : Vitamin C, kalium, polifenol, beragam antioksidan di antaranya flavonoid, asam punisat. Mencegah dan mengatasi pembentukan kerak lemak pada dinding pembuluh darah, mengendalikan hipertensi, menyusutkan risiko stroke dan serangan jantung, meredakan diabetes, memperkecil risiko kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi flu, meredakan demam, mengatasi gangguan menopause akibat ketidakseimbangan hormon estrogen.
JAMBU BIJI : Vitamin C, kalium, kalsium, fosfor, sulfur, klorin, pektin. Menaikkan kekebalan tubuh, menggiatkan sistem limfatik dan mengatasi kanker, mencegah keropos tulang dengan cara membantu penyerapan mineral. Khasiat pengobatan jambu biji merah lebih baik dari pada yang putih/ kuning, karena lebih kaya antioksidan betakaroten.
JERUK LEMON & JERUK NIPIS : Bioflavonoid, terpen, limonen, kalium, magnesium, kalsium, fosfor, tembaga, seng, zat besi, mangan, vitamin C, vitamin B1. Menggiatkan fungsi hati dan ginjal menguras racun, mengaktifkan fungsi otak, membuat rileks, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi flu dan demam, memperkecil risiko kanker.
JERUK MANIS : JERUK BESAR (JERUK BALI) JERUK KEPROK, JERUK PERAS : Vitamin C, pektin, limonen, hesperidin. Meningkatkan kekebalan tubuh, mengendalikan kadar kolesterol darah, memperkecil risiko stroke dan serangan jantung, mengatasi radang, mengurangi risiko kanker.
KESEMEK :Gula buah, pati, serat dan pektin, vitamin C, betakaroten, fosfor, kalium. Mengatasi hipertensi, menaikkan kekebalan tubuh dan menangkal flu, membentuk kondisi basa dalam darah sehingga dapat menghilangkan lendir berlebihan (dahak, ingus, dll.), serta meredakan sembelit.
KIWI : Vitamin C, serat dan pektin, betakaroten, vitamin E, kalium, zat besi. Mengurangi risiko dan membantu mengatasi stroke dan penyakit jantung, mengendalikan hipertensi, membuat rileks, meningkatkan kekebalan tubuh, memacu peremajaan sel dan melembutkan kulit, dan mengatasi anemia.
MANGGA BUAH : Gula buah, asam galat, vitamin C, betakaroten, serat dan pektin. Memperbaiki pencernaan, menggiatkan fungsi pembersihan racun dalam tubuh, menyusutkan risiko stroke dan serangan jantung, mengurangi risiko kanker, meremajakan sel, meredakan demam, dan meredakan bau badan.
MARKISA : Serat dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin C, vitamin E, asam folat, kalium, magnesium. Memperbaiki kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel, menggiatkan fungsi hati dan ginjal, mengatasi radang saluran kencing.
MELON (MELON HIJAU, MELON JINGGA) : Serat, cairan kaya nutrisi dan zat fitokimiawi, antara lain kalium, karotenoid, klorofil, vitamin C. Memperbaiki kekebalan tubuh, memacu peremajaan kulit lewat kemampuannya menggiatkan pembentukan kolagen, memperlancar pembersihan racun dalam tubuh, mengendalikan hipertensi, memperkecil risiko kanker, menurunkan kadar kolesterol berlebihan, menyusutkan risiko strokedan serangan jantung, dan menghambat penuaan.
NANAS : Vitamin C, betakaroten, enzim bromelin, iodium, kalium, mangan. Meningkatkan kekebalan tubuh, meredakan flu dan mempercepat penyembuhan penyakit, mengaktifkan fungsi pencernaan dan mengatasi sembelit, mengatasi gangguan lambung, memperlancar peredaran darah, menyusutkan risiko stroke dan serangan jantung.
PEPAYA : Vitamin C, betakaroten, vitamin E, kalsium, fosfor, zat besi, serat dan pektin, enzim papain. Mengaktifkan fungsi lambung, mengatasi sembelit, meredakan demam, membersihkan kelebihan lendir (dahak, ingus, dll.) akibat kondisi tubuh terlalu asam, meremajakan sel, dan antikanker.
PIR : Kalium, vitamin C, zat besi. Melancarkan fungsi pencernaan, mengatasi gangguan lambung, meningkatkan pengurasan racun dalam tubuh, mengendalikan hipertensi.
PISANG : Serat dan pektin, kalium, gula buah mudah cerna. Memperbaiki sistem pencernaan (pisang merupakan makanan alami bagi ibakteri baikT di dalam usus besar), mengatasi sembelit, diare, dan gangguan lambung, meredakan tekanan darah tinggi, membantu rileksasi dan memperbaiki mood, penyedia energi instan, segera memulihkan kesehatan ketika baru sembuh dari sakit, menyusutkan risiko stroke dan serangan jantung.
RAMBUTAN : Vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, niasin, gula buah fruktosa. Meredakan demam, sumber alami energi seketika, meredakan stres pikiran dan ketegangan fisik.
SEMANGKA : Kalium, natrium, betakaroten, sitrulin. Meningkatkan kekebalan tubuh lewat kemampuannya sebagai pembentuk basa, memacu sistem pembuangan racun dalam tubuh, memacu gairah seks, meredakan tekanan darah tinggi, menggiatkan peremajaan sel.
SIRSAK : Gula buah fruktosa, serat, vitamin C, vitamin B1 dan B2, kalsium, fosfor, kalium. Mengatasi gangguan asam urat, meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal flu, membantu pengobatan batu empedu, mengatasi kelebihan kolesterol dan trigliserida darah.
STROBERI : Vitamin C, pektin, betakaroten, antosianin, asam elagat, zat besi. Mengatasi diare, mengendalikan kadar kolesterol dan trigliserida darah, memacu peremajaan sel, mengatasi anemia, peluruh airseni, antikanker, meredakan nyeri sendi pada gangguan asam urat dan artritis rematoid.
TOMAT : merah Vitamin C, betakaroten, lutein, likopen, asam kumarat, serat dan pektin. Mening¬katkan peremajaan sel, menurunkan risiko kanker dan membantu mengatasi kanker, mengatasi flu, menggiatkan fungsi hati, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung dengan cara menggagalkan pembentukan kerak lemak pada dinding pembuluh darah.
Mentimun merupakan penetral cita rasa jus sayuran yang terlalu pekat. Anda bisa mencampurkan jus mentimun hingga jumlahnya sama banyak dengan volume jus sayuran. Selain mentimun, sayuran lain yang bermanfaat memperbaiki cita rasa jus sayuran adalah paprika merah, tomatmerah, kol, dan belimbing sayur.
Pilihan lainnya adalah air jeruk lemon atau jeruk nipis. Tambahkan 1/2 sendok makan air jeruk lemon/nipis ke dalam segelas jus sayuran, niscaya jus sayuran yang cita rasanya kurang menyenangkan akan menjadi enak. Contohnya jus dengan tambahan bawang (bawang bombai, bawang putih, daun bawang) atau jus dengan campuran pare atau lobak.
Bisa pula air jeruk lemon/nipis diganti larutan asam jawa atau air jahe. Untuk menyamarkan aroma langu sayuran, Anda bisa menambahkan serai atau daun jeruk. Masukkan bahan alami pemantap cita rasa tersebut ke dalam juice extractor atau blender bersama bahan-bahan jus.
Kacang-kacangan (nuts) dan biji-bijian (seeds) juga bisa dimanfaatkan untuk memperkaya cita rasa jus buah maupun jus sayuran, sehingga jus terasa gurih. Contohnya kacang tanah, kacang mete, kenari, almon, kacang brazil (brazil nut), walnut, biji bunga matahari, biji labu kuning, wijen putih maupun wijen hitam. Bahan tersebut diblender bersama jus buah atau jus sayuran.
Kacang-kacangan tersebut sudah terkupas dari kulitnya yang keras dan dipanggang atau disangrai hingga kecokelatan. Jika suka, kulit arinya boleh ikut diblender, untuk memperkaya kandungan seratnya. Meskipun kaya lemak, kacang-kacangan dan biji-bijian tidak menghambat pencernaan nutrisi dalam jus buah. Sebab lemaknya termasuk lemak sehat yang mudah dicerna dan bisa langsung diedarkan ke dalam darah.
Sebagai pemanis alami, buah kering sebaiknya hanya ditambahkan ke dalam jus buah yang dirasa kurang manis, bukan untuk jus sayuran. Rendam buah kering dalam air mendidih sebanyak 2 – 3 kali volume buah kering, diamkan 4 jam hingga mengembang. Campurkan buah kering berikut air perendamnya ke dalam mangkuk blender, bersama bahan lain jus buah. Contoh buah kering di antaranya kismis, sultana, aprikot, prune, atau kurma. Namun jika memungkinkan untuk mendapatkan rasa manis alami dari buah-buahan yang bisa dicampurkan ke dalam jus, tentu lebih baik. Misalnya mangga, rambutan, jus jeruk keprok, pisang, dan sirsak. Hindari menambahkan buah kering ke dalam jus buah untuk terapi diabetes.
Jus sehat sebaiknya dibuat seketika dan segera diminum. Menyimpan jus dalam wadah kedap udara, lalu menyimpannya dalam lemari es, untuk diminum pada kesempatan lain, akan mengurangi kandungan enzim danfitonutrisinya. De¬ngan demikian, kita tidak mendapatkan manfaatterapeutikyang optimal dari jus sehat yang kita buat. Baik enzim maupun fitonutrisi dalam jus sayuran dan jus buah sangat mudah rusak oleh udara (terok-sidasi). Dalam 15 n 20 menit setelah dibuat, jus buah sudah kehilangan 40 – 60 persen kandungan enzim dan fito-nutrisinya, bergantung pada kondisi suhu dan cara menyimpannya.
Untuk mendapatkan manfaat ter¬baik nutrisi buah, jus buah disarankan diminum ketika perut kosong. Misalnya pada pagi hari ketika bangun tidur atau sebagai minuman sore pengganti kudapan. Setelah minum jus buah sebaiknya tidak segera makan, setidaknya tunggu 15-30 menit. Bila kita minum jus buah kemudian segera disusul dengan makan, atau makan diakhiri dengan minum jus buah, gula dalam jus buah akan imem-fermentasfi nutrisi makanan, sehingga nutrisi dalam jus buah maupun makanan tidak termanfaatkan dengan baik oleh tubuh.
Minum jus sayuran boleh berde-katan waktunya atau bersamaan dengan waktu makan. Misalnya menjadikan jus sayuran sebagai pengganti air putih. Minum jus sayuran bisa pula dilakukan sesaat menjelang tidur, ketika lambung berisi makan malam sudah mulai longgar. Sebaiknya tidak minum jus sayuran padapagi hari tanpa disertai makan. Hanya minum jus sayuran pada pagi hari akan membuatgula darah merosot, sehingga kita lemas atau pusing, karena jus sayuran sangat sedikit mengandung gula.
Cara sehat minum jus buah dan jus sayuran adalah tidak ditenggak langsung habis. Namun jus diminum sedikit-sedikit, kira-kira sampai batas separuh volume mulut, kemudian jus ditahan sebentar dalam mulut, sambil dirasakan jus sudah bercampur dengan air liur kita. Setelah itu, barulah jus diturunkan ke dalam kerongkongan. Begitu seterusnya. Air liur mengandung enzim ptialin yang tercampur dalam jus akan membantufungsi pencernaan kita, sehingga nutrisi dalam jus bisa diserap dengan baik. Manfaat langsung minum jus dengan cara ini menghindarkan kita dari kembung atau mules.
Mengupas buah dan sayuran berkulityang kulitnya bisa dimakan, seperti apel dan wortel, berarti menghilangkan banyak serat dan pektinnya. Baik serat maupun pektin bermanfaatmeningkatkan pertumbuhambakteri baikt dalam usus kita, mengatasi kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida) berlebihan, memperkecil risiko kanker, menurunkan risiko kegemukan. Sebaliknya, kalau tidakdikupas, pestisida dan lilin pengawet yang lazim diberikan untuk melapisi buah, seperti apel impor, ikut termakan.
Buah dan sayuran organikyang kulitnya dapat dimakan, tidak perlu dikupas sebelum dibuat jus. Namun buah dan sayuran berkulit yang bukan organik sebaiknya dikupas. Sebagian orang mencuci buah dan sayuran dengan sabun pencuci khusus tanpa deterjen, kemudian membilasnya cukup lama di bawah air mengalir atau air hangat. Cara ini cukup membantu mengurangi pestisida dan lilin pengawet di permukaan kulit, tetapi tidak membuang pestisida yang meresap ke dalam buah dan bertumpuk tepat di bawah kulit.
Bahan lain, terutama sayuran, dicuci bersih kemudian dipotong-potong. Pemotongan sebaiknya dilakukan setelah dicuci, agar tidak banyak nutrisi larut air yang terbuang pada saat pencucian. Namun bisa saja kita membuang bagian kotor sayuran sebelum dicuci, misalnya akar dan bonggolnya. Pada pembilasan terakhir, cud sayuran di bawah air mengalir atau bilas dengan air yang dibubuhi cuka apel (apple cider vinegar). Satu sendok makan cuka apel untuk setiap 2-3 liter air.
Sebelum dimasukkan ke dalam juice extractor atau blender, buah dan sayuran dipotong-potong. Kecuali untuk juice extractor dan blender berkemampuan tinggi, yang memungkinkan buah dan sayuran diproses utuh atau dalam ukuran besar. Untuk itu, sebaiknya pelajari petunjuk pemakaian alat tersebut.
Untuk mendapatkan manfaat serat kasar yang terbuang ketika buah dan sayuran diproses dalam juice extractor, campurkan 1 sendok makan ampasnya ke dalam segelas jus. Dengan cara ini, Anda bisa melipatgandakan khasiat jus buah maupun jus sayuran, tanpa terganggu oleh tekstur seratnya.
Meskipun relatif mahal, lebih baik mengusahakan bahan organik untuk pembuatan jus, setidaknya sebagian. Kalau pun tidak, cobalah dapatkan sayuran dan buah bebas pestisida. Sebenarnya ada pilihan buah dan sayuran organik atau bebas pestisida, atau yang kita perkirakan organikatau bebas pestisida, bisa diperoleh dengan harga miring dibanding harga sayuran dan buah berlabel organik.
Sayuran dan buah dari tanaman yang tinggi atau budidaya tradisional umumnya kurang terjamah pestisida dan pemupukan intensif. Contohnya: bayam besar, taoge, sirsak, alpukat, kesemek, jambu air, rambutan, sawo, delima, mangga, jambu biji lokal, pepaya, dan pisang. Hidup di tengah kepungan sistem pertanian intensif dan perdagangan produk pertanian yang sangat komersial seperti saat ini, memang memerlukan keterampilan bersiasat agar kita mendapatkan asupan buah dan sayuran terbaik bagi tubuh kita.
Menyiapkan sendiri jus buah dan jus sayuran pada dasarnya tidak sulit. Namun membuat jus buah dan jus sayuran yang enak, butuh pengetahuan dan keterampilan. Terutama jus sayuran, mungkin ada yang rasanya lajaibf, sehingga kita tidak tega meminumnya. Kalau terjadi begini, haruskah jus dibubuhi sirup atau gula pasir?
Saran saya, hindari menambahkan sirup, gula pasir, atau susu kental manis ke dalam jus buah maupun jus sayuran untukterapi. Tambahan sirup, gula pasir, atau susu kental manis hanya akan mengurangi efek terapeutik (pengobatan) dari jus sehat Anda. Dalam pen-cernaan kita, gula pasir akan imembu-sukkanTzat-zatgizi bermanaat, sehingga zat gizi tersebut tidak bisa dimanfaatkan tubuh kita secara optimal. Selain itu, kandungan gula pasir dalam jus yang kaya vitamin C justru akan menyisihkan peranan vitamin C sebagai pengendali sistem kekebalan tubuh.
Untuk membuat rasa jus sehat lebih menggugah selera, terutama jus sayuran, ada cukup banyak bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pemantap cita rasa. Info selengkapnya silakan lanjutkan membaca, agar Anda memperoleh pengetahuan cara membuat jus yang sehat sekaligus enak. Peralatan dasar yang sebaiknya ada dalam pembuatan jus adalah talenan, pisau dapur, pengupas khusus (peeler), dan pemerah jeruk, serta juice extractor dan blender.
Talenan bisa dari bahan kayu maupun plastik. Kalau menggunakan talenan kayu, pilihyang mulus, agar lebih mudah dibersihkan setelah digunakan. Sebaiknya gunakan pisau antikarat(sto/n/ess), untuk menghambat proses pencokelatan dan kerusakan gizi buah atau sayuran (oksidasi).
Pee/erdiperlukan untuk mengupas wortel, misalnya, kecuali jika kita bisa mendapatkan produkorganik. Buah dan sayuran organik tidak perlu dikupas, bisa langsung diproses dalam juice extractor atau blender. Pemerah jeruk ada yang manual, ada pula pemerah listrik yang berputar secara otomatis bila potongan jeruk kita tekankan di mulut pemerah. continue reading »
Seluruh bahan untuk membuat jus tidak dimasak lebih dulu. Semuanya bahan mentah. Proses pembuatan jus tanpa pemasakan ini menjaga kandungan enzim dan senyawa fitonutrisi, yang merupakan antioksidan alami, dalam buah dan sayuran tetap terjaga. Pemasakan membuat enzimnya menjadi tidak aktif, karena zat-zat tersebut sangat sensitif terhadap suhu panas. Enzim dan senyawa fitonutrisi sudah akan mulai kurang aktif pada suhu 40 Jc.
Dengan masih utuhnya kandungan enzimnya, nutrisi dalam jus buah dan jus sayuran lebih mudah diserap tubuh. Dibanding sepiring sayuran atau buah potong, segelas jus sudah menyimpan jauh lebih banyak nutrisi dan fitonutrisi anti-oksidan. Lagipula, karena disertai enzim yang masih utuh, setumpuk zat berkhasiat ini pun mudah diserap tubuh. Karena itu, minum jus buah dan jus sayuran sehat efektif untuk membantu pemulihan gangguan kesehatan dan mencapai standar hidup sehat yang lebih baik. Bahkan untuk meremajakan kembali sel-sel yang telah telanjur menua.
Efektivitas khasiat pengobatan jus buah dan jus sayuran makin meningkat jika kita memilih bahan beragam warna. Kombinas/kan buah atau sayuran beberapa warna untuk mendapatkan segelas jus sehat, merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu, dan putih. Jika sekarang Anda hanya tertarik untuk membuat jus dari bahan berwarna putih saja, misalnya, bayarlah utang Anda tersebut dengan menyiapkan jus dari bahan dengan warna-warni lain pada sore atau malam hari. Isilah setiap hari dengan warna-warni buah dan sayuran segar. continue reading »